welcome

SELAMAT DATANG IN MY BLOG



My Life Diyah Ayu Kusumastuti

Rabu, 08 Februari 2012

term of reference (TOR)


Term of Reference (TOR)
PKMM TD HIMA Progdi Pendidikan Fisika
IKIP PGRI Semarang

A.    NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (PKMM TD) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang.

B.     TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini adalah “Upaya peningkatan potensi mahasiswa fisika melalui PKMM TD guna mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi”. Dengan materi pembahasan adalah “Teknik Persidangan”.

C.    LANDASAN PEMIKIRAN
Sidang adalah forum bagi pengambilan keputusan yang akan menjadi kebijakan dalam sebuah organisasi (berstruktur dan mempunyai susunan hierarkis) dengan diawali konflik.
Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau yang lainnya tanpa harus didahului oleh konflik. Musyawarah adalah forum informal sebagai sarana pengambil keputusan, kesepakatan, penyebaran informasi atau lainnya dalam sebuah institusi tanpa harus didahului oleh konflik.

Macam – macam persidangan :
                                1.         Sidang Pleno   : sidang yang dihadiri oleh seluruh peserta sidang. Termasuk kedalam kategori sidang ini adalah: Sidang pendahuluan yng biasanya untuk menetapkan jadwal, tata tertib dan pemilihan presidium sidang. Sidang pleno biasanya di tengah persidangan, untuk mengesahkan laporan pertanggung jawaban dipimpin oleh presidium sidang.
                                 2.         Sidang paripurna, biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang.
                             3.         Sidang komisi adalah sidang yang diikuti peserta terbatas (anggota komisi), sing ini diadakan untuk pe,atngan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.
                         4.         Sidang sub komisi, sidang ini lebih terbatas dari sidang komisi guna mematangkan materi lanjut.
Macam-macam sidang dilihat dari jabatan peserta dalam sebuah organisasi :
                                 1.         Sidang Presidium
                                 2.         Sidang BPH (Badan Pengurus Hima)
                                 3.         Sidang Badan Koordinasi

Macam-macam rapat :
                                 1.         Rapat Kerja (Raker)
                                 2.         Musyawarah Nasional (Munas)
                                 3.         Muktamar
                                 4.         Musyawarah Besar (Mubes)
                                 5.         Musyawarah Daerah (Musda), dll

Unsur-unsur persidangan
                                 1.         Tempat atau ruang sidang
                                 2.         Waktu dan acara sidang
                                 3.         Peserta sidang
                                 4.         Perlengkapan sidang
                                 5.         Tata tertib sidang
                                 6.         Pemimpin dan sekretaris

Istilah-istiah dalam persidangan
                                 1.         Skorsing adalah penundaan acara sidang untuk sementara waktu atau dalam waktu tertentu pada saat sidang berlangsung
                                 2.         Lobbying adalah penentuan jalan tengah atas konflik dengan skorsing waktu untuk menyatukan pandangan melalui obroan antar dua pihak atau lebih yang bersebrangan secara informal
                                 3.         Interupsi adalah memotong pembicaraan, ditempuh dengan menggunkan kata “interupsi” yang pada hakekatnya meminta kesempatan untuk berbicara

Macam-macam interupsi
                            1.         Interupsi point of order                         : meminta kesempatan untuk berbicara atau dipergunakan untuk memotong pembicaraan yang dianggap menyimpang dari masalah
                            2.         Interupsi point of information   : memberikan atau meminta penjelasan atas apa yang telah disampaikan
                            3.         Interupsi of clarification            : meluruskan permasalahan agar penyimpangan tidak semakin menajam
                            4.         Interupsi point of prevelage      : tidak setuju atas pemojokan, penyinggungan persoalan pribadi.

Penggunaan palu dalam rapat
Dalam rapat  penggunaan palu sangat penting sekali, pimpinan rapat harus memahami tata cara penggunaan palu. Karena kesalahan penggunaan atau pengetukan palu siang akan mengacaukan situasi sidang.

D.    LANDASAN KEGIATAN
Landasan kegiatan iani antara lain :
                            1.         Undang-undang tentang Kepemudaan
                            2.         Program kerja Hima Pendidikan Fisika
                            3.         Keputusan rapat pengurus Hima Progdi Fisika tanggal

E.     TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah :
                            1.         Membangun semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                            2.         Membekali mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                            3.         Membentuk kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                         4.         Menjadikan sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

F.     TARGET
Target dari kegiatan ini antara lain adalah :
                                 1.         Terbangunnya semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                                 2.         Terbekalinya mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                                 3.         Terbentuknya kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                                 4.         Terwujudnya sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

G.    SASARAN
Sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan fisika IKIP PGRI Semarang

H.    PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Hari / tanggal              : Sabtu, 10 Maret 2012
Waktu                                     :
Tempat                        :
( Untuk jadwal acara terlampir )        

I.       PENUTUP
Demikian TOR (Term Of Reference) ini kami buat sebagai kerangka acuan di dalam sosialisasi dan pelaksanaan program agenda PKMM-TD yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Progdi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang dapat menjadi referensi dan analisa.
Atas perhatian, partisipasi dan kerjasama saudara kami mengucapkan terima kasih.



Term of Reference (TOR)
PKMM TD HIMA Progdi Pendidikan Fisika
IKIP PGRI Semarang

A.    NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (PKMM TD) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang.

B.     TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini adalah “Upaya peningkatan potensi mahasiswa fisika melalui PKMM TD guna mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi”. Dengan materi pembahasan adalah “Leadership dan Retorika”.

C.    LANDASAN PEMIKIRAN
Leadership atau lebih dikenal dengan istilah kepemimpinan merupakan pola atau sistem untuk menyelesaikan masalah dengan mengikutsertakan potensi masyarakat banyak. Jadi, kalau menyelesaikan masalah secara sendirian, tidak membutuhkan kepemimpinan karen notabenenya ketika ada kepemimpinan berarti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Kepemimpinan menjadi suatu yang sangat urgen sekali ketika di dalam kepemimpinan terdapat berbagai macam perbedaan yang sangat sensitive dan sentimental. Oleh karena itu, kepemimpinan harus menjadi jembatan untuk menghubungkan dua jurang yang curam.
Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering didengar sebutan pemimpin, kepemimpinan, serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan yang lain.
Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan kebudayanya. Kepemimpinan mempunyai hubungan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seseorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan itu sangat bergantung kepada kewibawaan dan juga pemimpin itu dalam menciptakan motivasi diri setiap orang bawahan, kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang di inginkan pihak lainnya.
Pada dasarnya kepemimpinan merupaan upaya untuk membuat keputusan terhadap suatu hal. Karena keputusan yang dibuat itulah yang nantinya akan berakibat pada kondisi penyelesaian masalah. Selain itu model kepemimpinan uga turut menopang sejauh mana masalah itu terselesaikan. Oleh karena itu diperlukan the right man on the right place.
Membangun kepercayaan merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan akan kepemimpinan. Karena pada haekatnya, kepemimpinan merupakan upaya pemberian legitimasi (pengesahan) kepada seseorang untuk melaksanakan hasil musyawarah. Sehingga diperlukn sekali sikap untuk saling mempercayai. Logika yang dibangun adalah melalui musyawarah sehingga media untuk mengambil keputusan yang mengikat kepada seluruh anggota.
Kharisma atau kewibawaan diperlukan dalam kepemimpinan. Pemimpin yang berwibawa akan cenderung berhasil menggerakkan anggotanya dari pada pemimpin yang sekedar stempel saja. Adapun kewibawaan seseorang dapat muncul melalui berbagai cara, antara lain : keteladanan, karakter yang cool fighter, ngayomi, bertanggung jawab dan mampu memberikan harapan untuk anggotanya.
Untuk mampu menjalin keberhasilan organisasi diperlukan komunikasi yang mampu menggerakkan anggotanya. Banyak sekali organisasi colaps karena pemimpinnya tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga terlampaui sering terjadi tersebut.
Retorika sebuah awalan
Retorika atau lebih umum dikenal sebagai ilmu seni berbicara merupakan pengetahuan yang sudah cukup tua. Jauh sebelum tulisan ditemukan, orang-orang purba berkomunikasi dengan bahasa lisan. Bahan ketika tulisan telah ditemukan, manusia tetap menggunakan lisannya untu menyampaikan maksud dan tujuannya. Karena dengan berbicara, kita lebih memanusiakan seseorang (humanis).  Selain itu, keberhasilan para tokoh dunia menggerakkan roda sejarah banyak dipengaruhi oleh kemampuan mereka memobilisir warganya. Bung Karno dan Bung Tomo adalah sekian tokoh yang mampu menggerakkan rakyatnya dengan kemampuan lidahnya. Hitler berkata : “jede grose bewegung auf dieser erde verdankt ihr wachsen den grossen red nerren un nicht den grossen sceibern” (setiap gerakan besar dunia dikembangkan oleh ahli pidato dan bukan oleh ahli tulisan).
Orang yang sistematis pertama kali diletakkan oleh Syracuse, sebuah kolon yunani di pulau sicilla. Bertahun-tahun koloni ini diperintah para tiran. Dimana-mana, rezim tiran senang menggusur tanah. Kira-kira tahun 465 SM, rakyat melancarkan revolusi. Diktator dtumbangkan dan demokrasi ditegakkan. Pemerintah mengembalikan tanah ke pemiliknya yang sah. Oleh karena itu diperlukan kemampuan retorika atau berbicara untuk meyakinkan mahkamah di pengadilan. Untuk membantu orang memenangkan haknya, Corax menulis makalah retorika yang diberi nama Tehne Logon (seni kata-kata). Dari makalah tersebutlah yang akhirnya banyak membantu warga untuk mendapatkan hak tanahnya.

D.    LANDASAN KEGIATAN
Landasan kegiatan iani antara lain :
                                 1.         Undang-undang tentang Kepemudaan
                                 2.         Program kerja Hima Pendidikan Fisika
                                 3.         Keputusan rapat pengurus Hima Progdi Fisika tanggal

E.     TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah :
                                 1.         Membangun semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                                 2.         Membekali mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                                 3.         Membentuk kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                                 4.         Menjadikan sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

F.     TARGET
Target dari kegiatan ini antara lain adalah :
                                 1.         Terbangunnya semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                                 2.         Terbekalinya mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                                 3.         Terbentuknya kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                                 4.         Terwujudnya sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

G.    SASARAN
Sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan fisika IKIP PGRI Semarang

H.    PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Hari / tanggal              : Sabtu, 10 Maret 2012
Waktu                                     :
Tempat                        :
( Untuk jadwal acara terlampir )        

I.       PENUTUP
Demikian TOR (Term Of Reference) ini kami buat sebagai kerangka acuan di dalam sosialisasi dan pelaksanaan program agenda PKMM-TD yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Progdi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang dapat menjadi referensi dan analisa.
Atas perhatian, partisipasi dan kerjasama saudara kami mengucapkan terima kasih.



Term of Reference (TOR)
PKMM TD HIMA Progdi Pendidikan Fisika
IKIP PGRI Semarang

A.    NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (PKMM TD) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang.

B.     TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini adalah “Upaya peningkatan potensi mahasiswa fisika melalui PKMM TD guna mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi”. Dengan materi pembahasan adalah “Kebijakan Lembaga terhadap Pengembangan Dunia Kemahasiswaan”.

C.    LANDASAN PEMIKIRAN
Sekarang ini adalah zaman yang menuntut adanya keselarasan keterampilan dengan kemampuan aditif, kompetensi tinggi, serta daya saing yang tinggi pula guna mengikuti perkembangan waktu demi waktu. Mengingat adanya tuntutan itu kita sebagai maha siswa yaitu sebagai generasi penerus bangsa, kita harus membekali diri kita sebagai maha siswa dengan keahlian, kemampuan serta ketrampilan. Di masa yang akan datang, kita akan terjun dalam masyarakat, marilah kita menyiapkan ini.
Sebagai pelatihan, Mahasiswa perlu berorganisasi belajar mengungkapkan ide-ide kecil hingga dapat menyalurkan ide-ide besar mereka dalam lingkup yang kecil dulu. Di dalam kampus IKIP PGRI ini khususnya terdapat berbagai macam organisasi yang dapat menumbuh kembangkan potensi kita dalam berorganisasi. Karena mahasiswa dalam hal ini sebagai agen peubah, dimana mereka harus aktif dan berpengalaman dalam berorganisasi.
Dalam hai ini Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA PROGDI) sebagai organisasi akademis jurusan memandang perlu adanya kader-kader sebagai aktivis yang berdaya saing luas, sehingga dapat mengembangkan masyarakat dimasa yang akan datang, karena kita generasi penerus bangsa. Kitalah yang akan menunjukkan kemana arah bangsa kita memandang.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas MIPA IKIP PGRI Semarang memandang Pelatihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar sebagai salah satu media pengembangan mahasiswa yang wajib dilaksanakan sebagai salah satu wujud regenerasi pengkaderan para aktivis masyarakat mendatang.
  
D.    LANDASAN KEGIATAN
Landasan kegiatan iani antara lain :
                                 1.         Undang-undang tentang Kepemudaan
                                 2.         Program kerja Hima Pendidikan Fisika
                                 3.         Keputusan rapat pengurus Hima Progdi Fisika tanggal

E.     TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah :
                                 1.         Membangun semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                                 2.         Membekali mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                                 3.         Membentuk kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                                 4.         Menjadikan sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

F.     TARGET
Target dari kegiatan ini antara lain adalah :
                                 1.         Terbangunnya semangat mahasiswa dalam berorganisasi
                                 2.         Terbekalinya mahasiswa dengan kemampuan dan wawasan dalam berorganisasi
                                 3.         Terbentuknya kader-kader yang berprospek ke depan khususnya mahasiswa fisika
                                 4.         Terwujudnya sosok mahasiswa yang berjiwa pemimpin dan peka terhadap permasalahan dan kondisi bangsa.

G.    SASARAN
Sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan fisika IKIP PGRI Semarang

H.    PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Hari / tanggal              : Sabtu, 10 Maret 2012
Waktu                                     :
Tempat                        :
( Untuk jadwal acara terlampir )        

I.       PENUTUP
Demikian TOR (Term Of Reference) ini kami buat sebagai kerangka acuan di dalam sosialisasi dan pelaksanaan program agenda PKMM-TD yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Progdi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang dapat menjadi referensi dan analisa.
Atas perhatian, partisipasi dan kerjasama saudara kami mengucapkan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar